√ 11 Adab Bangun Tidur dalam Islam yang Wajib Kamu Ketahui! - Musoffa Asad

11 Adab Bangun Tidur dalam Islam yang Wajib Kamu Ketahui!

MUSOFFAASAD.COM, Adab Bangun Tidur dalam Islam – Bangun dari tidur merupakan nikmat Allah Ta’ala, karena Dia telah memanjangkan umur seorang manusia, memberinya waktu untuk mengumpulkan amal shalih, dan memperbaiki apa-apa yang terluput dari berbagai macam kesalahan.

Ini adalah nikmat yanglayakuntuk disyukuri. Hanya saja, orang yang ingin mensyukuri nikmat ini dengan sebenar-benar syukur harus mengikuti Nabi Muhammad Saw dalam ucapan dan perbuatan beliau ketika bangun dari tidur.

Adab Bangun Tidur dalam Islam

Berikut ini kami sebutkan 11 adab bangun tidur dalam islam sesuai tuntunan Rasulullah Saw:

1. Menyaksikan Nikmat Allah Swt

Hendaknya seseorang menyaksikan dengan hatinya nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan kepadanya. Allah telah menghidupkannya setelah kematian dan memanjangkan umur sehingga ia dapat mengumpulkan amal shalih serta menutupi kekeliruan dan kesalahanya.

2. Mengusap Wajah dengan Kedua Tangan

Hendaknya mengusap wajah dengan kedua tangan untuk menghilangkan bekas-bekas tidur. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata:

بت عند خالتي ميمونة… ثم استيقظ رسول الله صلى الله عليه وسلم فمسح النوم عن وجهه بيده، ثم قرأ الآيات العشر الأواخر من سورة آل عمران…

“Aku bermalam di rumah bibiku Maimunah ra, … kemudian Rasulullah Saw bangun lalu mengusap wajah beliau dengan tangannya. Setelah itu, membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali ‘Imran …” [HR. Al-Bukhari 4570 dan Muslim 763 dari lbnu ‘Abbas]

3. Berdzikir kepada Allah

Hendaknya berdzikir kepada Allah Ta’ala dengan dzikir-dzikir yang diriwayatkan dari Rasulullah Saw di antaranya adalah:

الْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أمَاتَنَا وإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya lah kami dikumpulkan.”

الحَمْدُ لله الذِي رَدَّ عَلَيَّ رُوحِي، وَعَافَانِي في جَسَدِي، وأَذِنَ لي بِذِكْرهِ

“segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan ruhku, menyehatkan jasadku, dan mengizinkan aku untuk berdzikir kepada-Nya.”

3) Membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali’Imran jika terbangun di malam hari.

4) Demikian juga membaca dzikir berikut ketika terbangun dari tidur di malam hari:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

“Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Allah Mahabesar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”

Setelah itu, berdo’a kepada Allah karena sesungguhnya doa itu mustajab, juga membaca istighfar dan mengerjakan shalat sebagaimana tersebut dalam hadits.

5) Membaca dzikir berikut apabila tersentak bangun dari tidur

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ ، وَشَرِّ عِبَادِهِ ، وَمنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَأَنْ يَحْضُرُونِ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan dan hukuman-Nya, serta dari bisikan-bisikan syaitan dan kedatangannya.”

4. Bersiwak

Hendaknya seseorang bersiwak setelah bangun dari tidur, berdasarkan contoh dari Rasulullah Saw:

كانَ لا يَنامُ إلّا والسِّواكُ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَإذا اسْتَيْقَظَ بَدَأ بِالسِّواكِ

*Tidaklah beliau tidur kecuali siwak berada di dekat kepalanya. Jika terbangun, maka beliau mulai dengan bersiwak.”

Siwak berguna untuk mengharumkan mulut dan menghilangkan bau mulut yang telah berubah (tidak sedap) disebabkan tidur. Meskipun demikian, sebaiknya meletakkan siwak di dalam tempat plastik, gulungan kertas, atau yang selainnya agar tidak dihinggapi atau diganggu serangga dan yang semisalnya sehingga tidak membahayakan.

5. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali

Hendaknya seseorang mencuci kedua tangannya sebanyak tiga kali sebelum memasukkannya ke dalam bejana, berdasarkan sabda Rasulullah Saw:

إِذا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يغْمِسْ يَدَهُ فِي الإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidur, maka janganlah mencelupan tangannya ke dalam bejana hingga ia mencucinya tiga kali. Sesungguhnya ia tidak tahu di mana tangannya bermalam. ”

Itu merupakan adab yang tinggi dari Rasulullah Saw. Sebab, seorang yang tidur kadang-kadang menyeka keringat atau menggaruk badannya. Kadang tanpa sadar ia menggaruk kemaluannya den terkadang ia menyentuh tempat
yang kotor.

Oleh karena itulah, Rasulullah Saw menganjurkan adab yang agung ini. Demikian juga sebelum berwudhu’ dari tempat air, hendaknya ia mencuci kedua tangannya tiga kali sebelum berkumur dan berwudhu’.

6. Berwudhu

Akan disebutkan hadits yang menunjukkan hal ini (wudhu’) pada adab ketujuh dan kedelapan.

7. Istintsar

Istintsar adalah mengeluarkan air dari hidung melalui salurannya keras-keras sebanyak tiga kali ketika berwudhu’, berdasarkan sabda Rasulullah Saw:

اءاإذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيَاشِيمِهِ

“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, hendaklah ia berwudhu dan ber-istintsar sebanyak tiga kali, karena sesungguhnya syaitan bermalam di lubang hidungnya.”

8. Shalat

Setelah bangun tidur, hendaknya seseorang shalat meskipun hanya dua rakaat. Rasulullah Saw bersabda:

يعقد الشيطان على قافية رأس أحدكم إذا هو نام، ثلاث عقد يضرب على كل عقدة عليك ليل طويل فارقد، فإن استيقظ فذكر الله انحلت عقدة، فإن توضأ انحلت عقدة، فإن صلى انحلت عقدة، فأصبح نشيطًا طيب النفس، وإلا أصبح خبيث النفس كسلان

“Jika seseorang tidur, syaitan akan mengikat tengkuknya dengan tiga ikatan. Syaitan menuliskan pada masing masing ikatan: ‘Malam masih panjang bagimu, maka tidurlah!’Jika ia bangun dan berdzikir kepada Allah, maka terlepaslah satu ikatan; jika ia berwudhu, maka terlepaslah satu ikatan; dan jika ia shalat, maka terlepaslah semua ikatan dan ia akan bangun dalam keadaan penuh gairah dan jiwa yang segar. Jika tidak demikian, ia akan bangun dalam keadaan buruk jiwanya dan malas.”

9. Membangunkan Keluarga

Disunnahkan membangunkan keluarga, yakni isterinya untuk mengerjakan shalat jika bangun di tengah malam. Demikian juga anak-anaknya, lalu shalat bersama keluarga walaupun hanya dua rakaat, berdasarkan sabda Rasulullah Saw:

إذا اسْتَيْقَظَ الرجل من الليل وأَيْقَظَ أَهْلَهُ فقاما فَصَلَّيَا ركعتين كُتِبَا من الذَّاكِرِينَ اللهَ كثيرًا وَالذَّاكراتِ

“Jika seorang laki-laki bangun pada malam hari lalu membangunkan isterinya kemudian keduanya shalat dua rakaat, niscaya mereka berdua akan ditulis sebagai laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir.”

Jika isterinya enggan bangun untuk shalat malam bersamanya, ia boleh memercikkan air pada wajah isterinya. Demikian juga hal ini boleh dilakukan seorang isteri kepada suaminya, berdasarkan sabda Rasulullah Saw:

رحِمَ اللَّه رَجُلا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، فصلىَّ وأيْقَظَ امرأَتهُ، فإنْ أَبَتْ نَضحَ في وجْهِهَا الماءَ، رَحِمَ اللَّهُ امَرَأَةً قَامت مِن اللَّيْلِ فَصلَّتْ، وأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فإِن أَبي نَضَحَتْ فِي وجْهِهِ الماءَ

“Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari lalu mengerjakan shalat dan membangunkan isterinya lalu ia pun turut mengerjakan shalat. Jika isterinya enggan, ia pun memercikkan air ke wajahnya. Allah juga merahmati seorang wanita yang bangun di malam hari lalu mengerjakan shalat dan membangunkan suaminya lalu ia pun turut mengerjakan shalat. Jika suaminya enggan, ia memercikkan air pada wajahnya.

Memercikkan air di sini bukan berarti menuangkan. Sebab, menuangkan air pada wajah orang yang sedang tidur dapat menyebabkan masuknya air ke dalam hidung sehingga ia bisa tersedak. Maksudnya adalah memercikkan air hingga orang yang tidur terbangun dan hilang darinya bekas tidur (kantuk).

10. Bangun Pagi-Pagi

Yaitu, membiasakan diri bangun pagi-pagi dan tidak terlambat karena hal itu dapat mendatangkan berkah, berdasarkan sabda Rasulullah Saw:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا

“Ya, Allah, berkahilah ummatku dalam aktivitas paginya.”

Adapun terlambat bangun dapat menyebabkan terluputnya banyak mashlahat dan manfaat serta menyebabkan tersia-sia nya waktu. Ini adalah perkara yang nyata dan dapat disaksikan serta diketahui setiap orang.

11. Merapikan Tempat Tidur Setelah Bangun

Jika seorang Muslim bangun dari tidur dan bersiap-siap menuju tempat kerja atau sekolahnya, hendaklah ia merapikan tempat tidurnya sebelum berangkat sehingga ia meninggalkannya dalam keadaan baik dan rapi.

Demikianlah seharusnya seorang Muslim karena Islam adalah agama yang bersih dan teratur. Janganlah dia meninggalkan tempat tidurnya dalam keadaan acak-acakan, kotor, berantakan, dan yang semisalnya.

Ini adalah kebiasaan yang tidak pantas bagi seorang Muslim, tidak pantas ia menjadi orang yang kumuh dan tidak teratur.

Kesimpulan

Itulah tadi pembahasan kita mengenai adab bangun tidur dalam islam. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat untuk kalian semuanya.

Sumber: Artikel ini kami sadur dari kitab Mausuatul Adab al-Islamiyah

Tinggalkan komentar